Cinta karena biasa. Ini yang membuat saya berupaya memperkenalkan buku untuk Baby H. Entah kapan nanti dia bisa membaca, semoga nanti Baby H suka buku. Ikhtiar emaknya, dari bayi disodor-sodorin buku. Didongengin sambil lihat-lihat gambar. Meski, kadang, agak nelangsa juga kalau bukunya pada sobek. Haha.

Baby H mulai bisa pegang-pegang dan menikmati buku di usia 4 bulanan. Mulai deh, doi buka-buka lembar sambil bubbling-bubbling.

Saat masih di bawah 1 tahun, bukunya soft book dan buku anak yang tipis kecil. Intinya yang mudah dipegang. Yang soft book sih tidak ada masalah, ya. Kecuali diemut. Hehe. Nah, kalau buku kertas, tabah-tabahin saja kalau sobek.  Saya belum kasih boardbook yang kertasnya tebal karena relatif berat massanya (untuk ukuran bayi). Buku yang berat dan bersudut lancip, sementara tunda dulu. Khawatir ketiban atau kejedot. Hehe.

Di usia bawah 1 tahun, buku yang saya beli relatif murah. Yang simpel saja. Lebih banyak gambar daripada tulisan. Yang penting gambarnya eye catching dan kontennya khusus anak, daaaan yang murah. Biar nggak nyesek-nyesek amat kalau sobek. Hihi.

Buku Baby H saat berusia 5 bulan

Nah, menjelang Baby H 1 tahun, barulah saya mulai ngumpulin buku yang kertasnya tebal. Jadi nggak gampang sobek. Di usia itu, doi sudah duduk dan menggenggam dengan enak. Jadi, diberi buku yang lebih berat tidak masalah.

Saya tidak maniak penerbit atau merek tertentu. Yang penting waktu lihat isinya cocok dan sreg. Penerbit lokal, saya beli buku terbitan Gramedia, BIP, atau yang indie seperti Rabbit Hole. Saya juga membeli buku seri Halo Balita ecer. Kalau pas nemu tema yang cocok di toko buku, beli ngecer saja.

Untuk buku impor, saya punya juga. Karena kertasnya bagus dan harganya masih masuk akal. Impor tapi bukan yang mahal ya, Moms. Karena cari diskonan. Haha. Buku-buku model pop-up, lumayan murah saya beli di Big Bad Wolf. Itu tuh, pameran buku impor yang mure-mure. 😀

Buku-buku itu saya taruh di tempat yang mudah dijangkau Baby H. Disusun di rak pendek, atau kadang disebar begitu saja di kasur. Kapan doi mau baca, tinggal ambil. Seperti saat ini, doi sering kepergok (sok) serius ‘baca’ buku. Kadang diam saja sambil terpekur lama, kadang sambil monolog. Haha.

Ohya, saya dan papanya Baby H bisa membaca di usia kurang dari 5 tahun. Tapi, untuk Baby H, saya tidak hendak memaksakan bisa membaca sedini mungkin. Tapi, nanti kalau doi sudah bisa membaca, penginnya sih doi nggak terpaksa untuk suka membaca.

Jadi sekarang, misinya bikin doi berminat sama buku dulu. Urusan kapan bisa baca, nanti kalau kira-kira sudah saatnya. 😉

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2017 Anggrahini KD's Personal Blog - By LarisBanget.Com