Paspor RI
Pict: imigrasi.go.id

Kalau membayangkan bikin paspor, hal pertama yang ada di benak saya adalah bangun pagi untuk antre. Tapi, khusus untuk anak di bawah 2 tahun, ternyata spesial lho, Moms. Antreannya beda, dapat prioritas pula. 😀

Jadi, kalau mau bikin paspor bayi, hal pertama adalah siapkan dokumen penting. Jangan sampai terlewat.

Dokumen Bayi

Apa saja yang perlu dipersiapkan? Akte Lahir, Kartu Keluarga, KTP orang tua, Surat Nikah orang tua, Paspor orang tua (jika ada), dan Surat Bermaterai.

Semua dokumen difotokopi (tetapi tetap bawa dokumen aslinya, ya). Untuk yang berketerangan orang tua, artinya ayah dan ibu. Tidak bisa diwakilkan salah satu. Misal, KTP orang tua. Berarti KTP ayah dan ibu difotokopi di lembar yang sama (dalam 1 lembar). Demikian juga dengan surat nikah dan paspor.

Jangan sampai ada yang kurang, daripada nanti disuruh mengulang. Saking parnonya, saya bawa semua deh, baik asli maupun fotokopi. Surat keterangan bermaterai, bisa dibeli di koperasi Kantor Imigrasi.

Online atau Walk in?

Untuk bayi, sebenarnya walk in pun cepat. Karena khusus bayi (sampai usia 24 bulan) dan manula memang punya antrian khusus. Setiap Kantor Imigrasi mungkin berlainan aturannya. Di Kanim tempat Baby H bikin paspor, per hari kuota untuk bayi dan manula dengan antrian prioritas adalah 30 orang. Jadi, tidak perlu ikut antri shubuh-shubuh.

Ohya, mengenai aturan antri shubuh-shubuh ini, tiap kantor juga lain-lain, ya. Ada yang sudah fixed membatasi jumlah pendaftar online sekian, walk in sekian. Tapi, ada juga yang sistemnya, entah online entah walk in, per hari berlaku kuota antara 100-300 pemohon.

Sekali lagi, kalau bayi, dengan kuota 30 per hari, rasa-rasanya nggak perlu datang shubuh juga in sya Allah dapat. Baby H sampai Kanim pukul 08.00 lebih sedikit. Ambil antrian prioritas dapat nomor 3. Pukul 09.00 kantor buka. Pukul 09.20 sudah selesai. Cepat, kan? 😀

Baby H bikin di Kantor Imigrasi Unit Layanan Paspor Wilayah I Jakarta Selatan di Pondok Pinang.

Ohya, jangan lupa pakai baju rapi, ya.

Berapa? Kapan Jadi?

Cepat kok, Moms. 3 hari kerja setelah pembayaran sudah bisa diambil. Yeay. Bayarnya, untuk 48 lembar, 355 ribu. Pembayaran tidak harus via teller bank. Bisa via ATM kok. Yang penting ada slip bukti pembayaran. Jangan lupa, saat mengambil, bawa bukti pembayaran dan kertas pengantar pengambilan (yang diberikan setelah proses foto paspor).

Perhatikan waktu pengambilan ya, Moms. Di Kanim tempat Baby H bikin paspor, pengambilan paspor dilakukan mulai pukul 13.00. Sayang, kalau udah sampai sana pagi-pagi, padahal baru bisa diambil siang. Hehe. Pengambilan juga antri, tapi cepat. Baby H dapat antrian nomor 30-an, pukul 13.15 sudah dapat paspornya.

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2017 Anggrahini KD's Personal Blog - By LarisBanget.Com