Ada sebuah foto yang menangkap momen dua laki-laki yang sudah sangat nyaris tertabrak kereta. Komen berhamburan. Ada banyak yang menghardik, kenapa orang yang mengambil gambar itu bukan menolong malah motret.

 

Ada video nenek renta tidur di gubug tak layak. Penolong yang memvideo jadi hero. Banyak yang serampangan mencela; kemana masyarakat sekitar? Kenapa membiarkan?

 

Sekedipan mata kamera membuat kita mudah menilai seolah tahu segala. Kemudahan berpendapat, meski kadang sembunyi di balik anonymous, membuat jari mudah terbakar. Andai sedang bertatap muka, mungkin kita hanya kucing kecil yang mengeong. Tapi, saat memakai jubah sosial media, kita bisa garang bak kuda perang.

 

Entahlah. Kadang, pikiran kolot membuat saya nggak habis pikir. Soal adab. Ketika kecil, saya diajarkan menghormati lawan bicara. Apalagi lebih tua. Saat mendewasa, bertemu dengan lebih banyak orang, membaca lebih banyak buku, kadang pola komunikasi dengan orang yang lebih tua pun terasa setara. Tapi, tetap saja, tidak mungkin saya memanggil dengan sebutan “kowe” melainkan “panjenengan”. Hal sederhana sebetulnya.

 

Tapi, di era sosial media yang membuat komunikasi terasa sangat cair ini, banyak orang yang merasa kritis dan vokal. Segala isu terangkum, dengan sumber yang embuh valid atau hoax, lalu lantang bicara.

 

Keterbukaan informasi dan sekat yang makin tipis membuat semua orang merasa berhak menjadi komentator. Nenek renta yang sehari-hari bergantian diurus tetangga, seolah-olah hanya selamat oleh hero yang merekamnya. Perekam video kecelakaan kereta, barangkali hanya mematung shock melihat peristiwa tak terduga yang hanya beberapa detik terjadi di depannya.

 

Banyak orang merasa berhak menjadi pahlawan dengan menyerang orang yang tak setujuan.

 

Saya memang kolot. Dan dunia begitu luwes berubah. Salahkah jika saya lebih memilih diam?

 

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2017 Anggrahini KD's Personal Blog - By LarisBanget.Com

Log in with your credentials

Forgot your details?