Yang tidak terpakai, belum tentu tidak berguna. Di tangan orang yang tepat, sesuatu yang kita abaikan, bisa jadi bermanfaat.

Seperti saat anak pertama lahir dulu. Banyak banget kado yang kami terima. Sebagian besar berisi barang yang sama. Nggak mungkin mau dipakai semua, kan? Bayangkan, diapers bag yang terkumpul bisa lebih dari 10. Mau dipakai dari Senin sampai balik Senin lagi, gonta-ganti, ya bisa saja sih. Tapi, rasanya kok berlebihan. Akhirnya sebagian kami hibahkan ke saudara atau teman yang sama-sama memiliki bayi.

Belum lagi barang-barang salah beli. Jujur saja, saya termasuk orang yang kebanyakan trial and error saat membeli keperluan bayi saat menyambut anak pertama dulu. Dan, ada dua benda yang akhirnya bikin saya bingung karena nggak efektif terpakai tapi boros tempat, yakni carseat dan high chair. Maklumlah, ya, rumahnya nggak gedong. Jadi, susah juga nimbun barang berukuran bulky ini.

Carseat kami beli yang bisa 3 posisi, dari tidur sampai duduk. Pertimbangannya supaya bisa dipakai dari bayi sampai usia 3-4 tahun. Ternyata, gagal. Anaknya nggak mau. Sedangkan high chair, dengan segala keterbatasan pertimbangan, kami beli yang dirasa bagus. Ternyata kebesaran. Anak kami yang badannya nggak gede kesulitan makan karena proporsi kursi dan tray-nya nggak imbang. Ketinggian.

Akhirnya, untuk pertama kali, kami coba menjual barang preloved. Iya, memang bekas pakai. Tapi dua benda ini terhitung sangat jarang dipakai dan kondisinya bagus hampir 100%. Lagi pula waktu beli lumayan menguras kantong. Hiks. Sayang kalau teronggok. Eh, ternyata cepat laku. Meski bekas, tapi karena memang termasuk barang yang lumayan basic untuk bayi, dengan harga yang lebih murah daripada baru, cepat saja barang itu terjual.

Dan, saat ini, saya hamil anak kedua. Lumayan dekat dengan anak pertama jaraknya. Dan, barang-barang Si Kakak sebagian besar juga sudah dihibahkan. Akhirnya, intip-intiplah aplikasi penyedia layanan jual-beli barang second. Ya, siapa tahu, dapat barang-barang eks-kado yang murah. Apalagi, untuk barang-barang tertentu yang lumayan pricey, harga barang bekas tentu lebih irit. Yang penting fungsinya, kan? Hihi.

Perlengkapan Bayi Adalah Lovelist Utama

Incaran saya saat ini adalah breast pump untuk Calon Adik. Kenapa nggak beli baru? Breast pump milik Kakak dulu masih ada sih, tapi ada ketidakcocokan. Belakangan saya baru tahu plus-minus produk tersebut. Sekarang, dengan pertimbangan yang lebih matang, saya cari di Prelo deh.

Voilaaaa, Lovelist Idaman. Breast Pump harga mini manfaat maksi.

Btw, Sudah tahu Prelo? Prelo adalah aplikasi penyedia layanan jual-beli barang (khususnya) preloved. Meski banyak yang berstatus preloved, tapi tidak jarang kondisinya masih baru. Gressss. Mulus. Kinyis-kinyis. Dan lebih murah dong. Nah, barang-barang incaran yang jadi wishlist disebut lovelist.

Dan, ternyata ada lho yang jual breast pump idaman saya. Dan, kabar baiknya harganya separuh lebih murah. Hmmm. Godaan nggak sih? Hihi. Jadi, saat ini penginnya sih nanti beli Medela Breast Pump Swing untuk pemakaian harian dan Medela Breast Pump Mini Elektrik saat diperlukan dalam kondisi mobile.

Jadi, mulailah saya cari breast pump bekas tapi baru. Kok baru? Iya, incaran saya memang yang eks-kado, yang belum pernah digunakan pemilik sebelumnya. Kenapa?

Sebenarnya penggunaan breat pump bekas masih bisa disiasati dengan sterilisasi dan mengganti beberapa komponen kecil seperti katup/ vulva dan area cup yang menempel di payudara. Toh, banyak juga persewaan breast pump, yang artinya memang nggak sedikit orang yang menggunakan breast pump second. Cuma, atas alasan pribadi, saya milih yang masih baru. Baru tapi lebih murah.

Diiih, minta baru kok maunya murah? Bisa dong, kan di Prelo ada banyak yang menjual barang eks-kado baru yang NWT alias new with tag. Lumayan, kan. Kalau mau rajin-rajin searching, pasti nemu kok.

Apalagi, good newsnya adalah..

Dengan nge-love alias menjadikan barang yang disukai sebagai lovelist, maka kita akan mendapatkan notifikasi jika barang tersebut mengalami perubahan harga alias reprice. Perubahan harga yang lebih murah tentunya.

Selain itu, kita diberi keleluasaan untuk menawar. Yes. Kita bisa tawar-menawar dengan penjual sampai terjadi kesepakatan. Namanya penawaran, bisa diterima bisa ditolak. Tapi, apa salahnya dicoba. Apalagi jika penjual memang membuka jalur negosiasi. Sudah murah, eh, ternyata masih bisa ditawar. Kece, yah.

Lovelist Berikutnya, Ehm, Fashion Stuff Dong!

Untuk diri sendiri, aduh, pasti punya wishlist juga dong. Kehamilan yang makin besar, bikin Mama makin pegal kalau jalan. Pengin cari alas kaki yang nyaman, empuk, dan casual. Pilihan saya Birkenstock Eva. Sayangnya, saya belum nemu ukuran yang cocok di Prelo. Please dong, yang punya Birkenstock Eva ukuran 40, kondisi kalau bisa 100% dengan harga separuh, ayo upload. Haha.

Bocoran My Lovelist

Jangan khawatir, setelah melahirkan, Mama bakal masih punya banyak lovelist untuk diri sendiri nanti. Masih ada tas, jam, dan sepatu yang menanti ingin dibeli. Hmm, tas Coach atau Fossil preloved mau banget dong. Nggak malu beli tas bekas? Beli baru dengan bekas selisih jauh sih. Apalagi, material kulit yang terawat, biarpun second tetap saja bernilai. Istilah kata, makin tua makin matang. Lagi pula, pilih-pilih yang kondisinya cihuy dong.

Tengok-tengok iseng, ternyata banyak juga yang mau lepas dua brand incaran itu. Dari dompet, wristlet, pouch, dan tas, banyak yang bagus nan menggiurkan. Asik-asik! Ada Fossil bag second warna lilac yang pastel unyu, ada Coach bag second yang harganya nyungsep tapi tetap kece, wis, pokoknya banyak pilihan.

Salah Satu My Lovelist. Warnanya Unyu!

Mama hamil dan habis melahirkan butuh banyak hiburan, kan? Meng-kece-kan diri dengan tas Fossil bekas pun rela deh. Tas Coach bekas pun gembira.  Lumayan, biar Mama Muda ini nggak cuma nenteng diapers bag.

Lirik-lirik suami, semoga doi, yang dompetnya kebobolan, nggak protes. Hihi.

Anyway, jangan khawatir transaksi di Prelo. Aman dan terjaga orisinalitasnya lho. Setelah order diterima seller, kita akan menerima notifikasi resi pengiriman. Setelah barang sampai dan kita puas dengan kondisinya, cukup selesaikan langkah terakhir dan memberi review. Setelah step itulah, seller baru bisa menarik uangnya. Cukup melindungi kita dari potensi penipaun, bukan? Btw, pada akhirnya, saya pun tergoda mencari barang-barang di lemari yang bisa dijual lagi. Thanks, Prelo.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2017 Anggrahini KD's Personal Blog - By LarisBanget.Com

Log in with your credentials

Forgot your details?