Membawa bayi, artinya kita harus menghitung faktor kenyamanan. Nyaman untuk bayi pastinya. Meski tidak selalu nyaman untuk ibunya. Hehe.

Meski diperbolehkan sejak bayi berusia 2 minggu sekalipun, saya baru membawa Baby H naik pesawat di usia 6 bulan. Ini alasan personal saja. Alasan kemantapan. ๐Ÿ˜€

Di usia ini, bayi cenderung masih anteng, lebih mudah dikondisikan. Saya hampir selalu memesan kursi ekonomi, bukan kursi khusus. Tapi, ketika membawa infant, biasanya pihak penerbangan memberi kenyamanan lebih. Misal, memberi tempat duduk di bagian depan dan sering, kami mendapatkan deretan bangku kosong, tidak berbagi bangku dengan penumpang lain. Hal ini menguntungkan saat harus menyusui.

membawa bayi naik pesawat

Penerbangan Pertama Baby H Usia 6 Bulan

Lalu, apa saja yang penting?

Tas Kecil dan Perintilannya

Yang jelas, saat menaiki moda transportasi apapun, saya harus menyiapkan perlengkapan dasar. Tas kecil simpel berisi tumbler minum, camilan, diapers, tissue basah, tissue, mainan kecil, baju ganti 1 pasang, dan plastik kresek. Tas serbaguna ini harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau. Tidak diletakkan di bagasi kabin, ya. Jangan penuh-penuh. Cukup bawa perlengkapan sederhana, disesuaikan dengan durasi penerbangan.

Ohya, jangan lupa membawa penutup/apron menyusui untuk Bu-ibu yang menyusui langsung. Saya nggak pakai sih. Karena Baby H langsung dikrukup jilbab yang saya pakai. ๐Ÿ˜€

Bekal Makan-Minum

Ohya, mengenai aturan membawa cairan di pesawat, di penerbangan domestik memang tidak (baca: belum) jadi masalah. Baik infant atau dewasa, bisa-bisa saja membawa bekal minum dan cairan lain. Tapi, untuk penerbangan internasional, biasanya berlaku pembatasan cairan yang dibawa ke kabin. Tapi jangan khawatir. Ibu-ibu yang membawa infant, boleeeeeh kok membawa bekal minum, entah air putih, jus, susu, ASIP. Secukupnya, ya. Jangan banyak-banyak.

Ear Plug, Perlukah?

Banyak yang memasukkan item ini saat mengajak bayi naik pesawat. Ear plug memang membantu menyamankan bayi saat terjadi perubahan tekanan, terutama saat pesawat take off atau landing. Saya pribadi, memakaikan ear plug ke Baby H hanya pada saat penerbangan perdana di usia 6 bulan. Tapi, di usia 7 bulan dan seterusnya, sudah tidak pernah pakai. Kenapa? Nggak mau dia. ๐Ÿ˜€

Lalu, bagaimana mensiasati perubahan tekanan yang mungkin berdampak pada bayi?

Menyusui atau makan-minum. Jadi, saat menjelang take off atau landing, siapkan bayi untuk menyusu atau minum. Aktif menelan, mengurangi rasa tidak nyaman pada telinga bayi pada saat terjadi perubahan tekanan pada pesawat. Selain itu, menyusui membuat bayi merasa lebih tentram dan kenyang. Ini bisa mencegah rewel.

Nah. Rewel kadang jadi momok. Saya mensiasatinya dengan membawa mainan. Yang kecil saja. Sambil terus dihibur. Syukur-syukur bisa merem.

Untuk awalan, saya pribadi memilih penerbangan jangka pendek. Maksimal 2 jam. Dengan pertimbangan, anak masih bisa mentoleransi situasi asing berdurasi pendek. Dan, jangan lupa untukโ€ฆ..

Sounding

Memberi sugesti positif pada anak itu super duper penting. Sebelum berangkat, sejak beberapa hari sebelumnya, saya ceritakan pada Baby H, kalau mau naik pesawat. Ceritakan saja hal yang indah-indah. Mau ke mana, lihat apa, kegembiraan apa yang akan didapat.

โ€œBaby H, nanti kita naik pesawat. Pesawat terbang di langit lho. Bisa lihat awan. Nanti, begitu turun, kita sudah sampai Solo. Sudah dekat dengan rumah Eyang. Kooperatif ya. Nanti di pesawat boleh tidur atau kita main bareng.โ€

Kira-kira begitu yang saya sugestikan ke Baby H sejak beberapa hari menjelang keberangkatan perdananya naik pesawat.

Di postingan lain, saya akan ceritakan betapa sounding ini kadang bikin saya takjub. ๐Ÿ˜€

Ibu yang Gembira

Ini hal terakhir tapi penting. Melakukan perjalanan bersama bayi, juga berarti menyiapkan mental kita untuk tenang dan gembira. Bayi bisa merasakan perubahan emosi kita lho. Jadi, usahakan untuk menikmati perjalanan. Jangan grusa-grusu. Usahakan beri waktu lebih untuk check in dan bersiap. Jangan datang mepet dengan jadwal boarding. ย Ohya, pada penerbangan yang menerapkan web check in atau mobile check in, biasanya tetap mewajibkan penumpang yang membawa infant untuk check in di konter keberangkatan.

Saat di Pesawat

Nah, saat di pesawat, jika perlu bantuan, jangan segan meminta tolong pada pramugari yang bertugas. Mereka sangat kooperatif pada infant kok. Biasanya, menjelang terbang, akan dibagikan pelampung khusus infant dan sabuk bayi yang extend dengan sabuk pengaman pemangku. Cara memasangnya mudah kok. Atau, saat dibagikan, langsung minta tolong saja pada pramugari untuk memasangkan.

Pada maskapai tertentu, sabuk tambahan ini kadang bersifat opsional. Kita bisa menolak tidak memakaikan. Tapi, untuk alasan keamanan, sebaiknya pakai saja ya, Moms.

Ohya, kapan tepatnya bayi harus disusui saat menjelang take off? Saya pribadi, nunggu sampai pesawat benar-benar mau terbang, baru menyusui. Karena, kadang pesawat kan muter-muter cari landasan dulu. Kalau sudah terlanjur disusui, kadang bayi malah minta lepas saat take off atau landing sedang berlangsung.

 

 

 

 

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ยฉ2017 Anggrahini KD's Personal Blogย - By LarisBanget.Com